Keadilan Dijual, Rakyat Diperas: Sutoyo Abadi Sebut Negara Dikuasai Oligarki dan Silent Dragon

Keadilan Dijual, Rakyat Diperas: Sutoyo Abadi Sebut Negara Dikuasai Oligarki dan Silent Dragon

NOVOSTINA.COM– Koordinator Kajian Politik Merah Putih Sutoyo Abadi mengatakan pintu gerbang Kemerdekaan digembok digiring kembali ke alam penjajahan. Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 dicabut kembali ke alam kapitalis. Keadilan dan kebenaran berubah menjadi kebohongan dan tipuan. Cita – cita kesejahteraan dan kebahagiaan hanya slogan realitas penderitaan. Kedaulatan negara di lelang dan di transaksikan.

“Kekuasaan bukan pelindung rakyat tetapi pelindung oligarki. Penindas rakyat dimanipulasi dengan pidato kosong tentang pengabdian. Pejabat  bukan pelayan tetapi algojo penghisap rakyat  berdalih sebagai abdi negara. Hukum bukan tempat pencari keadilan tetapi  penjual pasal di ruang sidang semua ditransaksikan dengan uang. Keadilan diperdagangkan dengan negosiasi untuk cari penghasilan,” kata Sutoyo Abadi, Ahad (4/1/2026)

“Pungli dan pemerasan bukan kejahatan dan penyimpangan ia adalah prosedur dan sistem. Korupsi bukan aib tetapi sarat untuk masuk ke lingkaran kekuasaan. Kebodohan dipelihara agar tetap jinak dan mudah diekploitasi. Rakyat Indonesia  di pungut pajak sejak lahir sampai mati,” sambungnya.

Rakyat diperas tanpa perlawanan, tersisa hanya bisa kelelahan kolektif semua kejahatan, pemerasan, korupsi, pungutan liar, pajak, penindasan, kekejaman sempurna dilegitimasi.

Rakyat hanya bisa merintih tanpa perlawanan. Rakyat hanya bisa membuat pernyataan sikap tanpa pergerakan.  Rakyat hanya bisa membuat statement tanpa tindakan. Rakyat hanya bisa  berdoa tanpa ikhtiar keluar dari penderitaan.

Inilah rakyat Indonesia dalam penderitaan tanpa akhir,  tersembunyi silent dragon terkoneksi dengan kekuasaan :

– Silent Dragon tidak butuh muncul di TV, cuap – cuap di media sosial, panggung politik atau sorotan kamera.
– Silent Dragon yang mengatur irama dari balik layar.
– Silent Dragon yang mengendalikan dan mengelola negara
– Silent Dragon yang menentukan kebijakan dan mendistribusikan ke penyelenggara pemerintahan.
– Silent Dragon yang menentukan hidup dan matinya kalian semua, dalam kendali, kelola, pengawasan dan nasibnya

“Silent Dragon ini seperti pembunuh darah dingin (Cold-Blooded Killer), ada kesalahan atau kekeliruan apa pada  pemimpin bangsa ini,” tanya Sutoyo

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *