JAKARTA, NOVOSTINA.COM — Langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang gencar memblokir rekening judi online dinilai masih setengah-setengah. Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Menkomdigi Meutya Hafid untuk tidak cepat puas dan segera membawa kasus ini ke aparat penegak hukum dengan menyeret jajaran petinggi bank terkait.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya selasa (8/09/26), blak-blakan menyebut bahwa pelaporan ke OJK atau BI saja ibarat sibuk memotong rumput tapi lupa siapa yang membiarkan rumput liarnya tumbuh subur. Menurutnya, Komdigi harus berani mengambil langkah ekstrem dengan melaporkan jajaran direksi dan komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA) serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ke Kepolisian dan Kejaksaan Agung.
Desakan ini bukan tanpa alasan. CBA membeberkan data fantastis di mana terdapat 7.317 rekening nasabah BCA dan 4.649 rekening nasabah Bank Mandiri yang terindikasi kuat jadi “jalan tol” transaksi judi online. Uchok mempertanyakan bagaimana sistem pengawasan perbankan raksasa bisa kecolongan atau seolah tutup mata atas ribuan rekening siluman dengan skala transaksi sebesar itu.
CBA mewanti-wanti agar pemberantasan judi online tidak tebang pilih atau hanya memangsa masyarakat kecil di lapisan bawah. Pemblokiran rekening dinilai sebagai langkah paling gampang, sementara para pemegang kendali di kursi puncak perbankan harus ikut dimintai pertanggungjawaban secara hukum agar ada efek jera yang nyata.(Aj).