NOVOSTINA.COM — Hilangnya surat berharga di dalam fasilitas Safe Deposit Box (SDB) PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) memantik alarm bahaya bagi tata kelola industri keuangan nasional. Kasus ini dinilai bukan sekadar sengketa operasional biasa, melainkan ujian nyata atas integritas manajemen risiko dan efektivitas pengawasan regulator.
Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, secara tegas mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tidak tinggal diam. Menurutnya, fondasi sektor perbankan sepenuhnya berdiri di atas pilar kepercayaan publik (trust). Ketika fasilitas yang diklaim paling aman justru berujung pada kerugian nasabah, maka sistem pengawasan secara keseluruhan patut dipertanyakan.
“SDB pada dasarnya memang merupakan fasilitas yang disediakan bank untuk memberikan tempat penyimpanan yang aman bagi nasabah,” ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut, Selasa (01/09/2026).
Harris mendorong agar OJK menggelar investigasi dan audit menyeluruh tanpa kompromi. Pemeriksaan harus membongkar akar persoalan secara komprehensif, mulai dari kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga celah kerentanan dalam arsitektur keamanan bank.
Adapun fokus investigasi yang didorong meliputi:
Audit forensik terhadap sistem kendali akses fisik menuju ruang penyimpanan SDB.
Analisis integritas rekaman kamera pemantau (CCTV) secara berkala.
Evaluasi ketat terhadap protokol pengamanan kunci ganda (dual control).
Pemeriksaan silang buku catatan operasional keluar-masuk (log book).
Penelusuran tanggung jawab administratif pejabat berwenang yang memegang kontrol akses.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, turut melayangkan desakan serupa. Ia menekankan bahwa dinamika informasi yang berkembang di ruang publik menuntut respons cepat dari lembaga pengawas keuangan.
Bagi Uchok, bukti visual yang terekam dan beredar luas di platform Instagram sejak Minggu (30/8/2026) sudah memenuhi syarat substantif untuk dijadikan dasar awal penyelidikan proaktif oleh aparat pengawas.
“Seperti dilihat dalam video yang beredar dan viral di Instagram, Minggu (30/8/2026), hal itu sudah cukup menjadi panduan bagi penyidik OJK untuk membuka penyelidikan serta memanggil jajaran direksi dan komisaris Bank MNC,” pungkas Uchok Sky, Senin (31/8/2026).(AJ).